Berita

Anacardium Turut Semarakkan Karnaval Cinta Tanah Air

Selasa Kliwon, 23 Agustus 2016 08:58 WIB 538

foto
Mobil hias BKP3 Kab. Bantul turut serta dalam Karnaval Cinta Tanah Air peringatan HUT RI ke-71, menampilkan jambu mete

Dalam rangka memperingati HUT kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 71, pada Jumat (19/08) Kabupaten Bantul telah menyelenggarakan Karnaval Cinta Tanah Air dengan rute dari Lapangan Trirenggo– POLSEK Bantul – Simpang  lima Bejen – Simpang empat Gose , dan berakhir di Masjid Agung Manunggal. Lomba diikuti instansi Pemerintah, instansi swasta, BUMN/BUMD di Kabupaten Bantul serta umum/masyarakat Bantul, dan kali ini mengambil tema “ Ayo Kerja Untuk Indonesiaku”

Tak ketinggalan, Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan (BKP3) Kab. Bantul, ikut memeriahkan karnaval, kali ini menampilkan maskot (icon) salah satu tanaman yang sering dikenal dengan sebutan Jambu monyet atau jambu mete. Provinsi DIY merupakan salah satu sentra produksi jambu mete, tersebar di beberapa kabupaten terutama Kabupaten Gunungkidul dan Kabupaten Bantul. Di Bantul tanaman ini produsen terbanyak ada di Kecamatan Sanden, Imogiri, Pleret, Piyungan, Kretek

Masyarakat lebih mengenal Jambu mete (Anacardium occidentale) dengan kacang yang terdapat di ujung buah. Namun secara botani, tumbuhan ini sama sekali bukan anggota jambu-jambuan (Myrtaceae) maupun kacang-kacangan (Fabaceae), melainkan malah lebih dekat kekerabatannya dengan mangga (Anacardiaceae). Yang dikenal umum sebagai "buah", yakni bagian lunak yang membengkak berwarna kuning atau merah, sesungguhnya adalah dasar bunga (receptaculum) yang mengembang setelah terjadinya pembuahan. Buah sebenarnya adalah bagian "monyet"nya yang keras, coklat kehitaman berisi biji.

Ditampilkannya tanaman ini karena beberapa keunggulannya. Ia dapat ditanam di lahan kritis sehingga persaingan lahan dengan komoditas lain menjadi kecil dan dapat juga berfungsi sebagai tanaman konservasi. Selain metenya, buah jambu mete juga dapat diolah menjadi minuman, dan aneka pangan seperti manisan, abon, nougat, dan lain sebagainya. Untuk kacangnya sendiri dapat diekstrak minyak berkualitas tinggi. Kulit bijinya sebagi pakan unggas. Cangkang buahnya pun dapat menghasilkan minyak (cashew nut shell liquid) yang digunakan dalam industri serta bahan pengawet kayu atau jala. Daun mudanya disukai sebagai lalap, sedangkan daun tua sebagai obat penyakit kulit. Getah dari batangnya (gom) dapat dipakai menjadi perekat buku yang baik, sekaligus mencegah serangan rayap sehingga baik untuk merekat kayu lapis.

Dari data BPS DIY tahun 2014, produksi jambu mete di Kabupaten Bantul mengalami penurunan 124 ton (2008), 124 ton (2009), 12 ton (2010), 10 ton (2011), 73 ton (2012) dan 9 ton (2013). Oleh karena itu perlunya pengembangan lebih lanjut tanaman ini agar produksinya meningkat, karena dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi. (PM/berbagai sumber)