Berita

Kebumen Bertukar Ilmu tentang Penyuluhan dan Ketahanan Pangan dengan Bantul

Jumat Kliwon, 7 Oktober 2016 10:03 WIB 634

foto

Senin (03/10) lalu, Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan (BKP3) Kab. Bantul, kembali mendapatkan kunjungan studi banding. Kali ini, kunjungan dari sejumlah anggota Komisi B DPRD Kab. Kebumen beserta Sekretariat Dewan. Sekretaris BKP3, Ir. R. Bambang Pin E., MM. menyambut kedatangan rombongan dengan  didampingi  Kabid   Ketahanan   Pangan, Ir. RR. Sri Widada, MP., Kabid Penyuluhan P2K2 serta Kasi P3IT, Ir. Imawan Eko H., MP.

 

Rombongan yang dipimpin Wakil Ketua Komisi B, Gito Prasetyo, dalam diskusi menyampaikan bahwa di Kebumen sendiri meski merupakan daerah yang surplus beras dengan penduduk mayoritas petani dan memiliki fasilitas lumbung pangan, masih terdapat sejumlah desa rawan pangan. Di Kebumen tidak ada Badan koordinasi penyuluhan seperti BKP3 yang menaungi penyuluh namun diampu oleh Dinas Pertanian dan Peternakan. Sejumlah anggota Komisi B DPRD Kebumen yang turut serta dalam kunjungan menanyakan beberapa hal seperti bagaimanakah pemanfaatan dan efektivitas cadangan pangan di Kab. Bantul, program unggulan yang ada di BKP3 Kab. Bantul, proteksi terhadap produksi kelompok tani serta langkah-langkah yang diambil terkait menurunnya jumlah petani dan lahan pertanian.

 

Dari BKP3 Kab. Bantul disampaikan bahwa ada sebuah program unggulan terkait penyuluhan, yaitu “Penyuluh Menyentuh” atau yang saat ini bernama kegiatan Penyuluhan Partisipasi dalam Rangka Peningkatan Kelembagaan Kelompok, terkait peran strategis penyuluh sebagai mitra petani selalu mendampingi di manapun. Di tiap Kecamatan telah berdiri Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan yang diketuai seorang Penyuluh senior sebagai koordinator. BKP3 juga memiliki program Klinik Agribisnis Keliling dengan sarana kendaraan roda empat untuk memberikan pelayanan konsultasi teknologi dan penanganan dini. Di Kab. Bantul juga telah terbit beberapa Instruksi Bupati terkait  pemanfaatan pekarangan serta penggunaan pangan lokal pada jamuan.  Adanya APBD Desa juga diharapkan dapat mendukung pemberdayaan penyuluhan. Terdapat pula kegiatan Kecil Menanam Dewasa Memanen yang melibatkan anak-anak usia SD dalam mengelola praktek pertanian kecil kemudian diikuti dengan gerakan makan  Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman. Pembinaan tenaga pertanian dari generasi muda dalam mengolah dan memasarkan produk pertanian melalui Sekolah Lapang Agribisnis. Ada pula pemberdayaan terhadap kelompok afinitas dari Desa Mandiri Pangan dalam mengolah pangan lokal sesuai potensi masing-masing wilayah. Selain pembinaan, diberikan juga stimulan berupa penghargaan melalui lomba. Terkait alih fungsi lahan, BKP3 juga tergabung dalam Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah (BKPRD), turut serta dalam perencanaan tata ruang. Untuk kawasan penyangga di Kab. Bantul, ada moratorium untuk ijin pendirian bangunan.

 

Selepas acara diskusi, dilanjutkan dengan pemberian cindera mata dari BKP3 Kab. Bantul kepada Komisi B DPRD Kab. Kebumen. Dalam jamuan tamu ini, selalu spesial dengan sajian kudapan produksi Kelompok Wanita Tani dan minuman khas Bantul, wedang uwuh. (PM)