Berita

Evaluasi Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan Nasional

Rabu Legi, 7 Desember 2016 09:13 WIB 993

foto

Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan telah mengamanatkan dalam beberapa pasal antara lain Pasal 60 bahwa Pemerintah dan Pemerintah Daerah berkewajiban mewujudkan Penganekaragaman Konsumsi Pangan untuk memenuhi kebutuhan Gizi masyarakat sesuai dengan potensi dan kearifan lokal untuk mewujudkan hidup sehat, aktif, dan produktif.

 

Sejak tahun 2010 Kementerian Pertanian melalui Badan Ketahanan Pangan sesungguhnya telah melaksanakan kegiatan Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP) yang juga merupakan perwujudan dari Peraturan Presiden Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Kebijakan Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan Berbasis Sumber Daya Lokal, yang ditindaklanjuti oleh Peraturan Menteri Pertanian Nomor 43 Tahun 2009 Tentang Gerakan Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan Berbasis Sumber Daya Lokal.

 

Sebagai bentuk keberlanjutan Gerakan Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP) Berbasis Sumber Daya Lokal, diimplementasikan melalui kegiatan: (1) Optimalisasi Pemanfaatan Pekarangan melalui konsep Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL), (2) Model Pengembangan Pangan Pokok Lokal (MP3L), serta (3) Sosialisasi dan Promosi P2KP.

 

Tujuan khusus P2KP sendiri adalah :

Meningkatkan partisipasi kelompok wanita dalam penyediaan sumber pangan dan gizi keluarga melalui optimalisasi pemanfaatan pekarangan sebagai penghasil sumber karbohidrat, protein, vitamin dan mineral.
Mendorong pengembangan usaha pengolahan pangan skala Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sumber karbohidrat selain beras dan terigu yang berbasis sumber daya dan kearifan lokal.
Meningkatkan kesadaran, peran, dan partisipasi masyarakat dalam mewujudkan pola konsumsi pangan B2SA serta mengurangi ketergantungan terhadap bahan pangan pokok beras.

 

Pelaksanaan gerakan P2KP terutama pada tingkat provinsi dan kabupaten/kota dilakukan secara terintegrasi dengan berbagai kegiatan lainnya dalam mewujudkan pengembangan ekonomi daerah, baik dalam pelaksanaan maupun pembiayaannya.

 

Maka dalam rangka monitoring perkembangan pelaksanaan kegiatan P2KP tahun 2016, Pusat Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan (Pusat PKKP) melalui bidang Penganekaragaman Pangan melaksanakan kegiatan evaluasi P2KP, telah diadakan pada 24 – 25 November 2016 di  Hotel Nagoya Plasa, Batam. Pertemuan tersebut dihadiri oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan atau yang mewakili dari 34 Provinsi dan Kabupaten/Kota pelaksana kegiatan P2KP. Hadir mewakili BKP3 Kab. Bantul, Kabid Ketahanan Pangan, Ir. RR. Sri Widada, MP.

 

Pertemuan tersebut, dibuka Kepala Pusat PKKP, Ir. Sri Sulihanti, M.Sc. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa evaluasi merupakan pertemuan yang sangat penting dan strategis dalam upaya memberikan pemahaman yang sama kepada para pelaksana kegiatan P2KP serta untuk memberikan masukan dan persiapan bagi pelaksanaan kegiatan P2KP tahun 2017 yang akan datang.

 

Melalui pertemuan evaluasi ini juga dapat dilakukan diskusi mendalam tentang perkembangan pelaksanaan kegiatan di daerah termasuk kendala dan solusinya. Selain itu menjadi ajang berbagi tentang pengalaman keberhasilan dalam melaksanakan kegiatan P2KP oleh daerah, sehingga menginspirasi daerah lain dalam perbaikan pelaksanaan kegiatan di masa mendatang.

 

Evaluasi P2KP tahun 2016 ini merupakan evaluasi kegiatan P2KP secara menyeluruh dari tiga bidang dalam pusat PKKP, mulai dari kegiatan KRPL, konsumsi hingga keamanan pangan. (PM)

 

sumber : Permentan Nomor 12/2016; berita BKP Pusat