Statistik Pengunjung

  • Pengunjung: 109275
  • Online: 1
  • Hari ini: 85

Kalender Tanam Musim Tanam (MT) 1 2012/2013

BERITA – Jumat, 19 Okt 2012 14:35 WIB

FotoBerdasarkan informasi dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Yogyakarta, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian-Kementerian Pertanian tahun 2012 telah menyusun Kalender Tanam pada Musim Tanam 1 (MT 1)/ Musim Hujan (MH) dan telah dapat diakses pada Kalender Tanam Terpadu via internet www.katam.info atau melalui website berikut : www.deptan.go.id, www.litbang.deptan.go.id, www.balitklimat.litbang.deptan.go.id dan www.yogya.litbang.deptan.go.id. Selain itu dapat diakses/diunduh pada tautan Arsip dokumen sub domain BKP3 ini. Untuk mempermudah para penyuluh maupun petani dalam mengakses Kalender Tanam tersebut, apabila ada keterbatasan jaringan internet maupun hal lainnya, maka BPTP Yogyakarta juga telah menyajikan rekomendasi dalam format lembar informasi pertanian untuk tiap kecamatan. Jika ada pertanyaan dapat menghubungi SMS Center Katam Terpadu di nomor 08-123-565-1111

Peta kalender tanam ini disusun berdasarkan kondisi aktual di lapang dan kondisi potensial dengan menggunakan analisis klimatologis serta disusun khusus untuk mendukung Program Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN) dan Program Ketahanan pangan pada umumnya dalam upaya menghadapi keragaman dan perubahan iklim. Kalender tanam terpadu sendiri berisi peta dan tabel kalender tanam tingkat kabupaten/kota. Peta kalender tanam adalah peta yang menggambarkan potensi pola tanam dan waktu tanam untuk tanaman pangan, terutama padi lahan sawah, berdasarkan potensi dan dinamika sumberdaya iklim dan air.

Kalender tanam terpadu berfungsi memberikan informasi tentang waktu tanam, luas areal tanam pada masing-masing musim di setiap kabupaten. Sedangkan manfaatnya yaitu : a. Menentukan waktu tanam komoditas tanaman pangan pada setiap musim (Musim Hujan, Musim Kemarau-1, Musim Kemarau-2) berdasarkan kondisi iklim basah (La Nina), kering (El Ñiño) dan normal; b. Mendukung perencanaan waktu tanam, perkiraan luas tanam dan rekomendasi kebutuhan benih dan pupuk; c. Mendukung informasi wilayah rawan OPT serta kekeringan dan banjir yang bisa mengakibatkan gagal panen dan kerugian petani.

Kalender tanam terpadu memiliki keunggulan : a. Dinamis, karena penerapannya dapat disesuaikan dengan kondisi iklim pada setiap tahun sesuai prediksi BMKG; b. Operasional pada skala kecamatan
c. Spesifik lokasi, karena mempertimbangkan potensi sumberdaya iklim dan air setempat; d. Mudah dipahami pengguna; e. Mudah diperbaharui.

Informasi yang dapat diperoleh dari Kalender tanam terpadu ini yaitu : a. Informasi zona agroklimat atau kelas curah hujan tahunan; b. Potensi waktu dan luas tanam komoditas tanaman pangan; c. Luas baku sawah atau luas lahan tersedia di setiap kecamatan; d. Intensitas pertanaman di lahan sawah setiap kecamatan; e. Informasi rekomendasi kebutuhan benih, serta rekomendasi dan kebutuhan pupuk. (PM)